Senin, 07 Februari 2011

MEKANISME PERTOLONGAN TUHAN


MEKANISME PERTOLONGAN TUHAN

 
SURAT AL-ANFAAL  AYAT  9 :  (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut".
 
SURAT AR-RA'DU AYAT 11 :  Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
 
Cobalah Anda ingat kisah-kisah spiritual para nabi. Mereka mendapatkan wahyu dan informasi dari Tuhan melalui perantara Malaikat Jibril (Gabriel) yang memang bertugas khusus menyampaikan wahyu kepada hamba Tuhan yang dikehendaki-NYA. Selain Jibril, kita mengenal berbagai nama malaikat dengan tugas khusus, misalnya: Mikail bertugas menyampaikan rezeki, Rokib dan Atid bertugas mencatat segala perbuatan baik dan buruk manusia.
 
Menurut informasi kitab suci dari berbagai agama, sebenarnya jumlah malaikat sangat banyak, sedangkan yang dikenal namanya oleh manusia hanya sebagian kecil saja. Malaikat yang sangat banyak itu memiliki tugas-tugas khusus berkaitan dengan kelangsungan jagad raya ini.

Mengapa bukah Tuhan sendiri yang mengerjakan semuanya? Apakah karena Tuhan tidak mampu atau repot mengurus dunia? Jika Anda berpikir "tuhan tidak mampu", maka itu bertentangan dengan keyakinan semua orang beragama bahwa ZAT TUHAN tidak terbatas kemampuannya.
 
Mungkin memang tidak ada manusia yang tahu alasan Tuhan secara pasti mengapa harus ada malaikat yang dalam sistem pemerintahan Tuhan sebagai "pelaksana teknis" dan "pekerja lapangan". Namun semua orang beragama menyakini bahwa itulah kehendak Tuhan, dan manusia hanya bisa menerimanya.

Dalam tradisi Asmak Malaikat, sebenarnya kita berdoa kepada Tuhan dengan tujuan Tuhan menurunkan malaikat-malaikanya untuk menolong kita. Harap Anda mengerti, terlalu seringnya saya menyebut-nyebut Malaikat atau Energi Malaikat bukan berarti saya melupakan Kekuasaan Tuhan dan lebih mengutamakan Malaikat. Praktisi Asmak Malaikat tidak berdoa atau memohon pertolongan kepada Malaikat yang hakekatnya adalah makhluk, melainkan berusaha mendekatkan diri dengan para malaikat agar doa kita pun lebih cepat dan mudah terkabul. Karena kita tahu, bahwa malaikatlah yang menghantarkan doa kita kehadapan Tuhan.
 
Seorang penyembuh spiritual yang akan melakukan penyembuhan, ketika dia berdoa, maka isi dari doa tersebut akan dihantarkan oleh malaikat ke Hadirat Tuhan, bila Tuhan mengizinkan, maka diutuslah malaikat untuk membantu proses pengobatan. Bukan ZAT TUHAN sendiri yang membantu kesembuhan, melainkan perantaraan Malaikat. Oleh karena Malaikat adalah makhluk astral yang umumnya hanya bisa dirasakan energinya, maka saya menyebutnya dengan "energi malaikat". Bagi orang yang peka, Energi Malaikat ini bisa dirasakan dalam bentuk getaran-getaran halus dan hawa panas atau dingin. Bagi orang yang waskita, maka Energi Malaikat tampak dalam bentuk cahaya yang lembut, tidak menyilaukan.
 
Pada akhirnya, saya hanya bisa menyerahkan segala kebenaran kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia-lah yang benar-benar tahu tentang kebenaran.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar